Jumat, 23 Oktober 2015

Resep waffle


Bahan Waffle :
1. 3/4 gr Tepung terigu
2. 1 sdm Baking Powder
3. 1/4 sdt Garam
4. 2 butir Kuning telur
5. 3/4 cangkir susu
6. 1/2 cangkir minyak goreng
7. 2 putih telur


Cara Membuat Waffle :
1. Campur tepung terigu dengan baking powder, dan garam di dalam mangkuk.
2. Kocok kuning telur ke dalam mangkuk yang lain, kemudian masukkan susu dan minyakgoreng.
3. Masukkan campuran kuning telur sekaligus ke dalam campuran tepung tadi. Lalu aduk sampaiadonan basah dan kental.
4. Kocok putih telur ke dalam mangkuk lainnya sampai menjadi kaku dan lembut.
5. Campur putih telur dengan adonan campuran tepung dan kuning telur, tapi ingat jangan over mix.
6. Tuangkan adonan ke cetakan waffle, tunggu sampai matang, angkat sajikan dengan menggunakan coklat chacha, es cream atau buah menurut selera anda.

Rabu, 21 Oktober 2015

Biografi Chairul Tanjung



     Chairul Tanjung lahir di Jakarta, 16 Juni 1962 adalah pengusaha asal Indonesia. Ia menjabat sebagai Menko Perekonomian menggantikan Hatta Rajasa sejak 19 Mei 2014 hingga 27 Oktober 2014. Namanya dikenal luas sebagai pengusaha sukses yang memimpin CT Corp. Ia juga konglomerat Indonesia yang namanya berada di urutan 937 dari 1000 orang terkaya di dunia versi majalah Forbes dengan total kekayaan senilai USD 1 miliar. Ayah CT adalah A.G. Tanjung, wartawan Orde Lama yang dulu pernah menerbitkan lima surat kabar beroplah kecil.

Latar belakang pendidikan:
-  SD Van Lith, Jakarta (1975)
-  SMP Van Lith, Jakarta (1978)
-  SMA Negeri I Boedi Oetomo, Jakarta (1981)
-  Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia (1987)
-  Executive IPPM (MBA; 1993)

     Chairul Tanjung lahir di Jakarta dari pasangan Abdul Ghafar Tanjung dan Halimah. Ayahnya adalah seorang wartawan pada orde lama yang menerbitkan surat kabar beroplah kecil. Sedangkan ibunya merupakan seorang ibu rumah tangga. Ayah Chairul berasal dari Sibolga, Sumatera Utara, sedangkan ibunya dari Cibadak, Jawa Barat. Chairul berada dalam keluarga bersama enam saudara lainya. Ketika Orde Baru, usaha ayahnya dipaksa tutup karena berseberangan secara politik dengan penguasa saat itu. Keadaan ini memaksa orang tuanya menjual rumah dan mereka tinggal di kamar losmen yang sempit.
     Selepas menyelesaikan sekolahnya di SMA Negeri 1 Jakarta pada tahun 1981, Chairul masuk Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia. (lulus 1987). Ketika kuliah inilah ia mulai masuk dunia bisnis dan juga mendapat penghargaan sebagai Mahasiswa Teladan Tingkat Nasional 1984-1985.
     Demi memenuhi kebutuhan kuliah, ia berjualan buku kuliah stensilan, kaos, dan foto kopi di kampus. Chairul juga pernah mendirikan sebuah toko peralatan kedokteran dan laboratorium di bilangan Senen, Jakarta Pusat, namun bangkrut. Selepas kuliah, Chairul mendirikan PT Pariarti Shindutama bersama tiga rekannya pada 1987. Bermodal awal Rp 150 juta dari Bank Exim, mereka memproduksi sepatu anak-anak untuk ekspor Keberuntungan berpihak padanya, karena perusahaan tersebut langsung mendapat pesanan 160 ribu pasang sepatu dari Italia. Akan tetapi karena perbedaan visi tentang ekspansi usaha, Chairul memilih pisah dan mendirikan usaha sendiri.
     Kepiawaiannya membangun jaringan dan sebagai pengusaha, membuat bisnisnya semakin berkembang. Mengarahkan usahanya ke konglomerasi, Chairul mereposisikan dirinya ke tiga bisnis inti: keuangan, properti, dan multimedia. Di bidang keuangan, ia mengambil alih Bank Karman yang kini bernama Bank Mega.
      Ia menamakan perusahaan tersebut dengan Para Group. Perusahaan konglomerasi ini mempunyai Para Inti Holdindo sebagaifather holding company, yang membawahkan beberapa sub-holding, yakni Para Global Investindo (bisnis keuangan), Para Inti Investindo (media dan investasi), dan Para Inti Propertindo (properti).
     Di bawah Para Group, Chairul memiliki sejumlah perusahaan di bidang finansial, antara lain Asuransi Umum Mega, Asuransi Jiwa Mega Life, Para Multi Finance, Bank Mega, Mega Capital Indonesia, Bank Mega Syariah, dan Mega Finance. Sementara di bidang properti dan investasi, perusahaan tersebut membawahi Para Bandung Propertindo, Para Bali Propertindo, Batam Indah Investindo, dan Mega Indah Propertindo. Di bidang penyiaran dan multimedia, Para Group memiliki Trans TV, Trans7, Mahagagaya Perdana, Trans Fashion, Trans Lifestyle, dan Trans Studio.
     Khusus di bisnis properti, Para Group memiliki Bandung Supermall.[3] Mal seluas 3 hektar ini menghabiskan dana Rp 99 miliar. Para Group meluncurkan Bandung Supermall sebagai Central Business District pada 1999. Sementara di bidang investasi, pada awal 2010 Para Group melalui anak perusahaannya, Trans Corp membeli sebagian besar saham Carefour Indonesia, yakni sejumlah 40 persen. MoU (memorandum of understanding) pembelian saham Carrefour ini ditandatangani pada tanggal 12 Maret 2010 diPerancis.
     Pada tahun 2010, majalah ternama Forbes menempatkan Chairul sebagai salah satu orang terkaya di dunia. Ia berada di urutan ke-937 dengan total kekayaan mencapai USD 1 miliar. Satu tahun kemudian, menurut Forbes, kekayaan Chairul telah meningkat lebih dari dua kali lipat, yakni dengan total kekayaan USD 2,1 miliar. Tahun 2014, Chairul memiliki kekayaan sebesar USD 4 miliar dan termasuk orang terkaya nomor 375 dunia.
     Pada tanggal 1 Desember 2011, Chairul Tanjung meresmikan perubahan Para Grup menjadi CT Corp. CT Corp terdiri dari tiga perusahaan sub holding: Mega Corp, Trans Corp, dan CT Global Resources yang meliputi layanan finansial, media, ritel, gaya hidup, hiburan, dan sumber daya alam.

Karir:
-  Pendiri PT. Pariarti Shindutama
-  Pemilik Bandung Supermal
-  Pemilik Trans Corp
-  Pemilik Para Group
-  Komisaris Utama PT Carrefour Indonesia

Buku:
-  Si Anak Singkong

Penghargaan:
-  Urutan 937 dari 1.000 orang terkaya di dunia versi majalah Forbes
-  Mahasiswa Teladan Tingkat Nasional (1984-1985) - Penghargaan sebagai anggota civitas       akademika yang berjasa kepada fakultas dan universitas
-  Eksekutif Muda Berprestasi 1992-1993 dari Studio Seven Production, Jakarta (23 Mei 1993)
-  Soegeng Sarjadi Award



Nama: Setiawati wina pratiwi
NPM: 18113412
Kelas: 3KA23

Senin, 12 Oktober 2015

Manfaat Susu kedelai

     Susu kacang kedelai (lebih tepatnya adalah Sari kacang kedelai) adalah semacam minuman yang dibuat dari kacang kedelai, dan disebut susu karena minuman ini berwarna putih kekuningan mirip dengan susu. Susu ini juga dikenal sebagai susu kedelai di Indonesia. Susu kacang kedelai lazim sebagai hidangan sarapan pagi bersama dengan penganan lainnya seperti youtiao. Susu kacang memiliki komposisi yang mirip dengan susu: 3,5% protein, 2% lemak, serta 2,9% karbohidrat. Kandungan susu kacang kedelai terletak pada komponen dalam kedelai yang mencakup karbohidrat, serat (fiber), vitamin E dan K, asam lemak essensialnya. Lisin adalah jenis asam amino yang banyak terkandung dalam susu kedelai. Saat ini, banyak masyarakat yang mengkonsumsi kacang kedelai karena kaya akan manfaat dan rasanya pun jauh lebih enak. Kacang kedelai biasa dijadikan susu, dimana susu kacang kedelai bebas lemak. Kacang kedelai memiliki nilai gizi yang cukup tinggi baik dikonsumsi anak-anak maupun orang dewasa. Susu kacang kedelai telah banyak dikonsumsi di negara barat sebagai pengganti susu sapi. Cara membuat minuman ini cukuplah mudah, yaitu dengan merendam kacang kedelai yang telah di masak ke dalam air, lalu kacang kedelai digiling dan di saring untuk diambil sari patinya. Dalam pembuatan susu kacang kedelai ini, ada yang menambahkan gula dan ada pula yang tidak menambahkan gula. Karena susu kacang kedelai tidak mengandung laktosa, susu ini sangat aman dikonsumsi oleh bayi, terutama bagi bayi yang alergi terhadap susu sapi. Selain itu, ada banyak manfaat susu kedelai untuk kesehatan :
1. Menurunkan Kolesterol
2. Menurunkan Berat Badan
3. Mencegah Kanker Prostat
4. Menopause Lebih Nyaman
5. Mencegah Osteoporosis
6. Sumber protein
7. Ramah untuk hati
8. Tidak mengandung laktosa
9. Alternatif Bagi Bayi yang menderita galaktosemia
10. Tidak Menyebabkan alergi
11. Susu Kedelai Baik untuk jantung
12. Mencegah Diabetes Melitus
13. Minumam untuk Penderita Autisme
14. Minuman untuk Vegetarian
15. Mencegah Migraine
16. Minuman Anti Kanker
17. Mencegah Penuaan Dini

Kamis, 11 Juni 2015

Kesimpulan kelompok 7 (Kelompok)

1. PENGERTIAN DAN KARAKTERISTIK KELOMPOK
Kelompok adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang berinteraksi dan mereka saling bergantung (interdependent) dalam rangka memenuhi kebutuhan dan tujuan bersama, meyebabkan satu sama lain saling mempengaruhi (Cartwright&Zander, 1968; Lewin, 1948).

Karakteristik Kelompok
·     Terdiri dari dua orang atau lebih dalam interaksi sosial baik  secara verbal maupun non verbal.
·      Anggota kelompok harus mempunyai pengaruh satu sama lain supaya dapat diakui menjadi anggota suatu kelompok
·      Mempunyai struktur hubungan yang stabil sehingga dapat menjaga anggota kelompok secara bersama dan berfungsi sebagai suatu unit.
·       Anggota kelompok adalah orang yang mempunyai tujuan atau minat yang sama.
·      Individu yang tergabung dalam kelompok, saling mengenal satu    sama lain serta dapat membedakan orang-orang yang bukan anggota kelompoknya.

2. TAHAPAN PEMBENTUK KELOMPOK
Tahap 1 :  Forming (Pada tahap ini kelompok baru saja dibentuk dan diberikan tugas.).
Tahap 2  : Storming (Kelompok mulai mengembangkan ide-ide berhubungan dengan tugas-tugas yang mereka hadapi. )
Tahap 3 : Norming (Terdapat kesepakatan dan konsensus antara anggota kelompok. Peranan dan tanggung jawab telah jelas. )
Tahap 4 : Performing (Kelompok dalam tahap ini dapat menyelesaikan pekerjaan dengan lancar dan efektif tanpa ada konflik yang tidak perlu dan supervisi eksternal.)
Tahap 5 : Adjourning dan Transforming (Tahap dimana proyek berakhir dan kelompok membubarkan diri.)

3. KEKUATAN KELOMPOK
Berikut poin-poin teamwork yang baik:
· Teamwork adalah kerjasama dlm tim yang biasanya dibentuk dari beragam divisi dan kepentingan.
· Saling pengertian terhadap karakter masing-masing anggota team akan menjadi modal sukses bersama.
· Keahlian masing-masing sungguh menjadi anugerah dalam teamwork yang akan mempercepat proses pencapaian target.

4. IMPLIKASI MANEJERIAL
Implikasi manajerial dalam hal pembentukan kelompok sangat terlihat pada pembentukan team work pada suatu perusahaan. Perusahaan dapat mengefektifkan dan mengefisiensikan proses operasional usaha mereka melalui team work. Pemimpin perusahaan juga dapat lebih mudah dalam mengontrol tenaga kerja mereka sehingga dapat memberikan apresiasi sesuai dengan hasil pencapaian baik secara umum melalui team work maupun secara khusus melalui anggota-anggotanya.
Dalam pengambilan keputusan dibidang manajerial, seorang pemimpin harus memperhatikan segala aspek yang melatarbelakangi sebuah permasalahan yang harus diberikan jalan keluar. Ketrampilan seorang pemimpin dalam hal ini harus selalu diasah karena permasalahan yang muncul akan semakin kompleks dan semakin membutuhkan pertimbangan yang matang. Dibutuhkan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan-keputusan penting, tetapi resiko dari keputusan yang telah diambilpun harus bisa diterima oleh semua kalangan. Oleh karena itu penting untuk seorang pemimpin memperhatikan detail dari semua aspek yang ada, sebisa mungkin sebuah keputusan harus diambil untuk kebaikan dan keadilan semuanya. 

Kamis, 07 Mei 2015

Kesimpulan kelompok 1 (Pengambilan Keputusan)

Pengambilan Keputusan Dalam Organisasi
Pengambilan keputusan adalah tindakan pemilihan alternatif. Hal ini berkaian dengan fungsi manajemen. Dan definisnya sebagai berikut :
a) Aktivitas inteligensi. Berasal dari pengertian militer "intelligence," Simon mendeskripsikan tahap awal ini sebagai penelusuran kondisi lingkungan yang memerlukan pengambilan keputusan.
b) Aktivitas desain. Selama tahap kedua, mungkin terjadi tindakan penemuan, pengembangan, dan analisis masalah.
c) Aktivitas memilih. Tahap ketiga dan terakhir ini merupakan pilihan sebenarnya-memilih tindakan tertentu dari yang tersedia.
        Tahap ketiga dan terakhir ini merupakan pilihan sebenarnya-memilih tindakan tertentu dari yang tersedia. Sedangkan Mintzberg a koleganya mengemukakan tentang langkah-langkah pengambilan keputusan, yaitu:
a) Tahap identifikasi, di mana pengenalan masalah atau kesempatan muncul dan diagnosis dibuat Diketahui bahwa masalah yang berat mendapatkan diagnosis yang ekstensif dan sistematis, tep masalah yang sederhana tidak.
b) Tahap pengembangan, di mana terdapat pencarian prosedur atau solusi standar yang ada as mendesain solusi yang baru. Diketahui bahwa proses desain merupakan proses pencarian d percobaan di mana pembuat keputusan hanya mempunyai ide solusi ideal yang tidak jelas.
c) Tahap seleksi, di mana pilihan solusi dibuat. Ada tiga cara pembentukan seleksi: denganpenilainn pembuat keputusan, berdasarkan pengalaman atau intuisi, bukan analisis logis; dengan analisis alternatif yang logis dan sistematis; dan dengan tnwar-menawar saat seleksi melibatkan kelompok pembuat keputusan dan semua manuver politik yang ada. Sekali keputusan diterima secara formal, otorisasi pun kemudian dibuat.

2. Jenis-jenis pengambilan keputusan
a)      Gaya Direktif
      Pembuat keputusan gaya direktif mempunyai toleransi rendah pada ambiguitas, dan berorienytasi pada tugas dan masalah teknis. Pembuat keputusan ini cenderung lebih efisien, logis, pragmatis dan sistematis dalam memecahkan masalah.             
b)     Gaya Analitik
      Pembuat keputusan gaya analitik mempunyai toleransi yang tinggi untuk ambiguitas dan tugas yang  kuat serta orientasi teknis. Jenis ini suka menganalisis situasi; pada kenyataannya, mereka cenderung terlalu menganalisis sesuatu.
c)      Gaya Konseptual
      Pembuat keputusan gaya konseptual mempunyai toleransi tinggi untuk ambiguitas, orang yang kuat dan peduli pada lingkungan sosial. Mereka berpandangan luas dalam memecahkan masalah dan suka mempertimbangkan banyak pilihan dan kemungkinan masa mendatang.
d)     Gaya Perilaku
      Pembuat keputusan gaya perilaku ditandai dengan toleransi ambiguitas yang rendah, orang yang kuat dan peduli lingkungan sosial. Pembuat keputusan cenderung bekerja dengan baik dengan orang lain dan menyukai situasi keterbukaan dalam pertukaran pendapat.

3. Faktor-Faktor YangMempengaruhi Pengambilan Keputusan
1. Posisi/ kedudukan
2. Masalah
3. Situasi
4. Kondisi
5. Tujuan

4. Implikasi Manajerial
         Implikasi manajerial adalah bagaimana meningkatkan produktifitas dengan cara meningkatkan kapasitas, kualitas, efisiensi dan efektivitas dari sumber daya yang ada. apa implikasi manajerial yang muncul dari organisasi tanpa pembatas (borderless).
Tipe organisasi transnasional/tanpa batas memakai pengaturan yang mengeliminasi atau menghapus halangan geografis artitisial.Para manajer memilih pendekatan ini dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas di pasar global yang kompetitif.
Jadi struktur organisasi manajerial tidak akan berpusat pada satu organisasi manajerial namun harus mencakup seluruh struktur organisasi manajerial di seluruh negara dimana perusahaan iitu berada.


Kesimpulan kelompok 5 (Budaya kreatifitas dan proses inovasi)

1.        Pengertian Budaya Organisasi
Budaya Organisasi adalah sebuah system makna bersama yang dianut oleh para anggota dari organisasi lainnya, Yang dimaksud system makna bersama ini adalah sekumpulan karakteristik kunci yang dijunjung tinggi oleh organisasi.
Fungsi Budaya Organisasi:
-          Menciptakan pembedaan yang jelas antara satu organisasi dengan yang lain
-          Identitas bagi anggota organisasi
-          Timbulnya komitmen pada sesuatu yang lebih luas dari pada kepentingan  individu.
-          Perekat sosial yang membantu mempersatukan organisasi dalam memberikan  standar yang tepat untuk dilakukan anggotanya
-          Mekanisme pembuat makna dan kendali yang memandu dan membantu sikap serta perilaku anggotanya.
2. Tipologi Budaya Organisasi
Tipologi merupakan suatu pengelompokan bahasa berdasarkan ciri khas tata kata dan kalimat.
Tujuan tipologi budaya organisasi :
     - Untuk menunjukkan aneka budaya organisasi yang mungkin ada di
        realita.
     - Tipologi budaya organisasi dapat diturunkan dari tipologi organisasi.
        Jenis kekuasaan dan keterlibatan individu dalam organisasi dalam meliputi :
        a) Organisasi Koersif
        b) Organisasi Remuneratif
        c) Organisasi normative
3. Kreatifitas Individu Dan Team Proses Inovasi      
•      Kreatifitas merupakan pikiran untuk menciptakan sesuatu yang baru
•      inovasi adalah melakukan sesuatu yang baru.
Keduanya jelas saling berhubungan. Inovasi dianalogikan sebagai aplikasi praktis dari kreatifitas. Dengan kata lain, kreatifitas bisa merupakan variabel bebas. Sedangkan inovasi variabel tidak bebas.


Kesimpulan kelompok 3 (Desain dan struktur organisasi)

Struktur organisasi adalah sebuah susunan atau pola dimana pekerjaan itu dibagi-bagi atau dikelompokan secara formal. Yang bertujuan agar menetapkan pola hubungan antara beberapa komponen sehingga mencapai sasaran atau hasil yang efektif.  Ada ketiga dimensi struktur organisasi yaitu Kompleks, Formalisasi, Sentralisasi.
Elemen-elemen struktur organisasi :
  • Spesialisasi pekerjaan,
  • Departemenentalisasi,
  • Rantai komando,
  • Rentang kendali,
  • Sentralisasi dan Desentralisasi,
  • Formalisasi.

DEPARTEMENTALISASI
       Departementalisasi adalah proses penentuan cara bagaimana kegiatan yang dikelompokkan. Beberapa bentuk departementalisasi sebagai berikut :
1. Fungsi
2. Produk atau jasa
3. Wilayah
4. Langganan
5. Proses atau peralatan
6. Waktu
7. Pelayanan
8. Alpa – numeral
9. Proyek atau matriks

Ø  Departementalisasi Fungsional
Departentalisasi fungsional mengelompokkan fungsi – fungsi yang sama atau kegiatan – kegiatan sejenis untuk membentuk suatu satuan organisasi. kebaikan utama pendekatan fungsional adalah bahwa pendekatan ini menjaga kekuasaan dan kedudukan fungsi- funsi utama, menciptakan efisiensi melalui spesialisasi, memusatkan keahlian organisasi dan memungkinkan pegawai manajemen kepuncak lebih ketat terhadap fungsi-fungsi.

Ø  Departementalisasi Divisional
Organisasi Divisional dapat mengikuti pembagian divisi-divisi atas dasar produk, wilayah (geografis), langganan, dan proses atau peralatan.
departemen atau unit pada struktur organisasi dapat dibagi menjadi 3 (tiga) macam :
1.      Departementalisasi Menurut Fungsi
Pada pembagian ini orang yang memiliki fungsi yang terikat dikelompokkan menjadi satu. Umum terjadi pada organisasi kecil dengan sumber daya terbatas dengan produksi lini produk yang tidak banyak. Biasanya dibagi dalam bagian keuangan, pemasaran, umum, produksi, dan lain sebagainya.
2.      Departementalisasi Menurut Produk / Pasar
Pada jenis departementalisasi ini orang-orang atau sumber daya yang ada dibagi ke dalam departementalisasi menurut fungsi serta dibagi juga ke dalam tiap-tiap lini produk, wilayah geografis, menurut jenis konsumen, dan lain sebagainya.
3.      Departementalisasi Organisasi Matrix / Matriks
Bentut organisasi matriks marupakan gabungan dari departementalisasi menurut fungsional dan departementalisasi menurut proyek. Seorang pegawai dapat memiliki dua posisi baik secara fungsi maupun proyek sehingga otomatis akan memiliki dua atasan / komando ganda. Proyek biasanya diadakan secara tidak menentu dan sifatnya tidak tetap.

Model-model Desain Organisasi
Ada dua model ekstrem dari desain organisasi :
  1. Model mekanistis, yaitu sebuah struktur yang dicirikan oleh departementalisasi yang luas, formalisasi yang tinggi, jaringan informasi yang terbatas, dan sentralisasi.
  2. Model organik, yaitu sebuah struktur yang rata, menggunakan tim lintas hierarki dan lintas fungsi, memiliki formalisasi yang rendah, memiliki jaringan informasi yang komprehensif, dan mengandalkan pengambilan keputusan secara partisipatif.
Faktor penentu struktur organisasi
  1. Strategi
  2. Ukuran organisasi
  3. Teknologi
  4. Lingkungan

Implikasi Manajerial desain dan struktur organisasi
Implikasi manajerial desain dan struktur organisasi sangatlah penting dalam pengorganisasian karena dapat menghasilkan struktur atau susunan yang berkualitas didalam suatu organisasi.


Tugas Etika & Profesionalisme TIS (Contoh Kasus IT Forensik & Tools dalam Forensik IT)

Contoh Kasus IT Forensik Pada tanggal 29 September 2009, Polri akhirnya membedah isi laptop Noordin M. Top yang ditemukan dalam penggre...